Ringkasan Informatika dan Keterampilan Generik - Kalilla Divitri Djamil 7A -
Informatika
dan Keterampilan Generik
Informatika
adalah bidang ilmu mengenai studi, perancangan, dan pembuatan sistem komputasi,
serta prinsip-prinsip yang menjadi dasar perancangan tersebut. Komputasi
sendiri adalah ilmu yang berkaitan dengan pemodelan matematika dan penggunaan
komputer untuk menyelesaikan masalah-masalah sains. Istilah Informatika sepadan
dengan istilah dalam bahasa inggris yaitu Informatics, Computing, atau Computer
Sains.
Landasan
berpikir untuk belajar Informatika biasa disebut berpikir komputasional (Computational
Thinking ). Berpikir Komputasional merupakan suatu kerangka dan proses
berpikir yang mencangkup perangkat keras, perangkat lunak, dan menalar (
reasoning ) mengenai sistem dan persoalan.
Semula,
Informatika hanya diajarkan di tingkat perguruan tinggi. Sekarang, di berbagai
negara di dunia, termasuk Indonesia serta negara-negara lainnya di dunia,
Informatika sudah mulai diajarkan di tingkat pendidikan dini, dasar, dan
menengah.
Saat
ini manusia hidup di era digital yang sering disebut Industri 4.0. Di era ini
banyal hal yang dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan mesin cerdas
berbasis komputer dan internet. Masyarakat era ini disebut Masyarakat 5.0 (
Society 5.0 ) karena hidup di dunia fisik sekaligus di dunia siber ( maya )
saat melakukan kegiatan daring ( dalam jaringan ). Banyak aktivitas yang
dilakukan oleh manusia secara fisik maupun secara daring dengan memanfaatkan
teknologi komputer dan internet.
Dunia,
yang seperti ini menjadi semakin cepat berubah, banyak hal yang menjadi tidak
pasti, persoalan yang dihadapi manusia makin rumit, dan beragam cara untuk
melakukan hal yang sama. Contohnya seperti pembelajaran daring. Pembelajaran
daring selama masa pandemi adalah salah satu kegiatan yang memanfaatkan
teknologi komputer. Cara orang melakukan kegiatan menjadi berubah karena teknologi
komputer dan internet yang dimanfaatkan di berbagai bidang.
Tentu
nya saat kita lulus sekolah dan mulai bekerja, kita harus memiliki kemampuan
yang kita butuhkan terutama untuk bekerja dengan memanfaatkan teknologi
komputer dan internet. Nah, untuk itulah kita harus belajar mata pelajaran
Informatika.
Pada
mata pelajaran Informatika kita akan mempelajari hal mengenai teknologi
komputer dan sistem yang dibangun menggunakan teknologi komputer tersebut.
Informatika mencakup aspek teoretis dan praktis, mendorong pelajar untuk
mengembangkan daya pikir kritis dan kreatif untuk menghasilkan penemuan ( invention
) terkait komputer dan sistem komputasi. Dengan mengombinasikan prinsip,
praktik, dan penemuan (
principles, practice, and invention ), pelajar akan menjadi kreatif dan
merasakan manfaatnya.
Pelajar
akan mempelajari beberapa bidang-bidang pengetahuan Informatika yang terdiri
atas :
1. 1. Berpikir Komputasional ( BK )
2. 2. Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
3. 3. Sistem Komputer ( SK )
4. 4. Jaringan komputer dan Internet ( JKI )
5. 5. Analisis Data ( AD )
6. 6. Algoritma dan Pemograman ( AP )
7. 7. Dampak Sosial Informatika ( DS )
8. 8. Praktika Lintas Bidang ( PLB )
Dalam
konsep kurikulum Informatika, dikenal adanya 7 aspek praktika lintas bidang,
dimana 2 diantaranya bersifat umum dan akan di praktikkan di mana-mana.
Tujuh aspek praktika Informatika tersebut adalah
sebagai berikut :
1. a. Membina budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif
2. b. Berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema Komputasi
3. c. Mengenali dan mendefinisikan persoalan yang penyelesaiannya dapat
didukung dengan sistem komputasi
4. d. Mengembangkan dan menggunakan abstraksi
5. e. Mengembangkan artefak komputasi, misalnya membuat program sederhana untuk
menunjang model komputasi yang dibutuhkan di pelajaran lain
6. f. Mengembangkan rencana pengujian, menguji, dan mendokumentasikan hasil uji
artefak komputasi
7. g. Mengomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIKm dengan
mempresentasikan, memvisualisasikan dan memperhatikan hak kekayaan intelektual
Salah satu kegiatan yang mencakup hampir semua aspek tersebut adalah
bekerja dalam kelompok. Tugas diberikan
dalam bentuk kelompok agar dapat melatih kerja sama dengan berdiskusi,
mengerjakan projek yang lebih besar, dan menyelesaikan tugas dengan lebih cepat
serta memupuk semangat bergotong royong.
Tahap-tahap mengerjakan tugas kelompok :
a.
Pemanasan = Sebagai pemanasan untuk mengerjakan suatu projek yang lebih
besar maka alangkah baiknya melakukan tugas sehari-hari yang lebih kecil
terlebih dahulu sebagai pemanasan.
b. Perencanaan Kerja Kelompok = Membuat strategi yang sesuai dengan
mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki, seperti jumlah anggota tim, waktu
pengerjaan, dan peralatan yang dimiliki
Hasil kerja yang telah kita kembangkan atau dibuat perlu dikomunikasikan dengan baik kepada pihak yang berkeoentingan, seperti : pemberi kerja,khayalak umum, dan lainnya. Komunikasi hasil kerja bisa dilakukan dengan presentasi dan demo produk atau dalam bentuk produk tampilan seperti infografis
a. Infografis
Informasi teks dan gambar atau grafik lain yang
akan mempermudah pembaca menangkap pesan yang dimaksud. Ilustrasi visual lebih
mudah untuk ditangkap maknanya maknanya dan diinterpretasi ketimbang hanya
tekstual.
b.
Presentasi
Laporan tertulis atau sebuah artefak
komputasional, yaitu produk yang akan kalian hasilkan dalam aktivitas praktik
informatika, perlu dijelaskan agar dapat lebih mudah dipahami. Sebuah bahan
presentasi yang baik adalah gabungan antara penjelasan murni tekstual dan infografis
(jika dipandang per halaman presentasinya). Biasanya bahan presentasi
disampaikan dalam ringkasan butir-butir penting dari paparan. Kriteria dari
sebuah bahan presentasi yang baik ditentukan oleh konten dan tampilan.
Dari
Segi Konten
1. Mengandung bagian penting berikut yang menunjukkan alur logika dari
paparan yang mengalir dengan runtut :
a.
Ringkasan
b.
Latar Belakang
c.
Paparan Utama
d.
Penutup/kesimpulan
2. Ditulis dalam bahasa yang sesuai dan dalam bentuk butir-butir kata kunci
serta ringkasan teks. Sering kali bahkan bukan dalam kalimat lengkap.
Dari Segi Tampilan
1. Ukuran huruf cukup besar untuk dapat dilihat oleh penyimaknya.
2. Seimbang antara teks dan gambar/ilustrasi. Terlalu banyak ilustrasi
mengharuskan banyak narasi. Terlalu banyak teks akan sulit ditangkap dalam
waktu singkat.
3. Jumlah lembar yang sesuai dengan waktu yang disampaikan. Makin singkat,
perlu sedikit lembar presentasi dan harus padat.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan ketika berpresentasi, salah
satunya adalah bahasa tubuh. Bahasa tubuh adalah gerakan yang akan membantu memperjelas
apa yang dipaparkan. Bahasa tubuh dilakukan dengan gerakan bagian tubuh,
misalnya kedipan mata, gerakan tangan, gerakan kepala, dan sebagainya.
Comments
Post a Comment