RANGKUMAN BAB 8 DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA - Kalilla Divitri Djamil 8B (13)

 Dampak Sosial Informatika

 



 A. MEDIA SOSIAL 



Media sosial merupakan salah satu teknologi yang dihasilkan dari perkembangan revolusi komputasi. Media sosial adalah media interaktif yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi, menuliskan ide dan ekspresi, serta membagikan informasi tersebut dalam komunitas virtual. Komunitas virtual tersebut berjalan di atas jaringan komputer atau internet. Media sosial sering disebut produk Web 2.0, dimana pengguna dapat menciptakan kontennya sendiri.


Fitur media sosial :

1. Interaktif dan berbasis internet. Interaktif berarti saling aktif, dapat melakukan dialog di antara pengguna media sosial.

2. Pengguna dapat menciptakan konten, seperti teks, foto, video, animasi, avatar, dan data serta berinteraksi dengan pengguna lain dalam bentuk komentar.

3. Pengguna dapat membuat profil dan membuat jaringan sosial pertemanan dengan orang tertentu atau grup tertentu.

 

  1. Klasifikasi Media Sosial

a.    Blog : Blogger, Wordpress

b.    Forum : Php BB, Stack Overflow

c.     Microblog : Wix,Tumblr, Medium

d.    Photosharing : Photobucket, Google Photos, Flickr

e.    Video Sharing : Youtube, Vidio, Tiktok

f.      Social Network : Facebook, Instagram

g.    Social Gaming : Farmville, World Of Warcraft, Mafia Wars

h.    Social Bookmarking : Twitter, Pinterest

 

Media sosial biasa diakses melalui aplikasi web yang dapat diakses dengan browser atau aplikasi desktop/mobile yang harus di-install pada laptop/ponsel. Aplikasi media sosial dapat diunduh di layanan unduh penyedia seperti di Google Play Store, Apple App Store, Microsoft Store, dll.

 

Media sosial berbeda dengan media tradisional seperti televisi, radio, majalah, dan koran dalam beberapa hal. Perbedaannya ialah dalam hal kualitas, jangkauan, dan sifat interaktifnya. Perbedaan paling pentingnya ialah dalam hal sifat interaktifnya. Di media sosial, kita dapat berdialog, berbalas komentar, sedangkan media tradisional, terbatas interaksinya. Media sosial memiliki hubungan dari banyak sumber ke banyak penerima, sedangkan media tradisional dari satu sumber ke banyak penerima.

 

Pengguna media sosial terus bertambah dan berkembang di seluruh belahan dunia. Motivasi pengguna untuk berbagi informasi di sosial media :

1. Berbagi dan meneruskan informasi yang berharga dan menghibur bagi

orang lain.

2. Dukungan terhadap isu yang disetujui oleh pengguna.

3. Berinteraksi, saling berbagi, dan menumbuhkan hubungan yang baik

dengan saudara, kolega, teman, dan bahkan orang lain yang baru dikenal.

4. Berpartisipasi dan bergabung dengan sesuatu hal baru yang terjadi di

kehidupan.

5. Membangun citra dan menunjukkan kemampuan diri.

 

2. Dampak Sosial Media

Media sosial saat ini memiliki pengaruh yang besar pada budaya masyarakat. Riset pada tahun 2015 menunjukkan bahwa media sosial digunakan selama rata-rata 5 jam per hari oleh penggunanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh makin banyak pengguna ponsel pintar.

 

Dampak positif :

1. Kedekatan sosial antarpenggunanya.

2. Mempermudah komunikasi.

3. Proses rekrutmen karyawan.

4. Penegakan hukum dan investigasi..

5. Media sosial memiliki platform yang dapat diisi dengan games, feedback

(umpan balik), review (ulasan), dan program lain yang berhubungan

dengan aktivitas online.


Dampak negatif :

1.    Pengaruh terhadap kesehatan emosional

2.    Berita bohong atau berita palsu, dan ujaran kebencian (hate speech) Media sosial memungkinkan penggunanya untuk mengunggah berita.

3.    Pencurian Data


B. MENGKAJI KRITIS INFORMASI MEDIA SOSIAL


 

Salah satu hal yang paling banyak dilakukan pengguna di media sosial ialah berbagi dan meneruskan informasi yang berharga dan menghibur bagi orang lain. Sebelum membagikan informasi melalui media sosial, kita harus mencermatinya agar tidak meneruskan informasi yang tidak benar.

 

Kita akan belajar bagaimana menganalisis suatu informasi/berita tertentu dan menentukan apakah berita tersebut benar atau bohong. Setelah mengetahui karakteristik informasi tersebut, diharapkan kalian dapat menentukan sikap yang akan dilakukan.

 

Berita bohong atau fake news atau yang sering juga disebut hoaks (hoax) adalah informasi yang secara fakta tidak benar. Informasi ini dapat men jadi informasi yang menyesatkan (misleading information) bagi pembacanya. Berita bohong/hoax bukan berupa opini atau pendapat. Sebelum membagi atau mem-posting suatu berita, sebaiknya, kita perlu memahami lebih dalam apakah informasi ini valid atau palsu.

 

Cara untuk mengetahui berita bohong atau informasi palsu adalah :

  1. Mengembangkan Pemikiran Kritis
  2. Memeriksa Sumber Informasi
  3. Melakukan Check dan Recheck dari liputan lain
  4. Cek Validitas Gambar
  5. Gunakan akal sehat

 

C. CYBERBULLYING


Cyberbullying adalah perundungan di dunia maya menggunakan media digital. Perundungan adalah perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang kepada korbannya melalui media

sosial, aplikasi chat, platform game, dan aplikasi lain. Cyberbullying biasanya dilakukan secara berulang dan dalam waktu yang lama terhadap seseorang dimana korban tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut. Ada perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan ini dapat mengacu pada fisik, finansial, maupun mental.

 

1. Perlakuan Cyberbullying

Cyberbullying kerap kali dilakukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan seseorang yang menjadi sasaran.

 

Contoh Perundungan :

1. Menyebarkan kebohongan, mem-posting foto memalukan tentang seseorang di media sosial.

2. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui aplikasi chat.

3. Mem-posting kata-kata yang menyakitkan pada kolom komentar di media sosial.

 

Kegiatan lain yang juga merupakan cyberbullying antara lain seperti berikut :

1. Penggunaan akun palsu atau akun orang lain untuk mengirim pesan

jahat, mempermalukan, melecehkan seseorang.

2. Trolling - pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di

jejaring sosial, ruang obrolan, atau online game.

3. Pengucilan dari online game, aktivitas, atau grup pertemanan.

4. Membuat laman atau grup (group chat, room chat) yang membicarakan

kejelekan atau menyebarkan kebencian terhadap orang lain.

5. Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan

seseorang.

6. Memberikan suara untuk seseorang atau suara seseorang dalam jajak

pendapat yang melecehkan.

7. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar tidak pantas atau terlibat

dalam percakapan seksual.

8. Mengakses files pribadi orang lain dari komputer pribadinya.

 

Perundungan di dunia nyata dan di dunia maya dapat berlangsung secara bersamaan, tetapi di dunia maya, perundungan selalu meninggalkan jejak digital. Jejak digital ini dapat digunakan sebagai bukti dalam laporan ke pihak yang berwajib. Cyberbullying kerap menyebabkan korban mengalami tekanan yang lebih parah dari perundungan di dunia nyata karena sifat cyberbullying yang tidak mengenal batas waktu dan geografis.

 

Perbedaan perundungan di dunia nyata dan dunia maya

 



2. Tanya Jawab seputar Perundungan di dunia maya

a. Bagaimana menentukan seseorang sedang dirundung atau masih dalam konteks

Bercanda?

Semua teman biasanya suka bercanda dalam percakapan, terutama saat online. Namun, bercanda dalam percakapan bisa jadi sudah terlalu jauh jika dalam candaan tersebut tidak semua orang tertawa dan ada orang yang tersakiti atau menjadi bahan tertawaan. Ketika candaan itu terus berlanjut, kita harus meminta untuk berhenti, karena hal ini telah menjadi perundungan. Kita harus menghormati semua orang, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

 

b. Dampak apa yang dapat diakibatkan oleh perundungan dunia maya?

Perundungan di dunia maya dapat berdampak lebih parah dari perundungan di dunia nyata karena perundungan ini seperti serangan dari banyak orang dan berbagai sisi, serta terjadi di dalam rumah sendiri. Korban seperti tidak dapat menghindarinya dan akan berdampak lama

serta mempengaruhinya dalam hal:

1). Mental dan emosional: merasa malu, kesal, marah, khawatir berlebihan, tidak percaya orang lain, yang bisa menyebabkan kehilangan minat pada hal yang disukainya dan tidak fokus pada mata pelajaran yang lain.

2). Fisik: merasa lelah dan merasakan gejala depresi seperti sakit perut dan sakit kepala. Dalam kasus ekstrem, depresi dapat berujung pada aktivitas untuk menghilangkan nyawanya sendiri.

 

Perundungan juga akan berdampak bagi pelaku, yaitu seperti berikut :

1). Pelaku akan cenderung bersifat agresif, impulsif, mudah marah, dan berwatak keras.

2). Pelaku cenderung ingin mendominasi orang lain, dan tidak menghormati orang lain.

3). Pelaku akan dijauhi teman temannya.

 

Adapun bagi orang yang menyaksikan, perundungan akan berdampak Berikut :

1). Pembiaran perudungan yang terjadi akan membentuk pemahaman bahwa perundungan dapat diterima secara sosial. Hal ini berbahaya karena bisa muncul pelaku perundungan baru.

2). Orang lain akan bergabung dengan perundung karena takut akan menjadi korban perundungan berikutnya.

 

c. Bagaimana jika kalian dan teman kalian menjadi korban cyberbullying?

Langkah pertama, berusaha/mengarahkan teman untuk tidak membalas dan tetap tenang. Kalian dapat melaksanakan atau membantu teman kalian dengan melakukan hal berikut: (a) menghapus konten perundungan, (b) untag dari gambar, (c) block perundung, (d) dan melaporkan kejadian tersebut ke orang tua, guru, wali, atau konselor di sekolah. Kalian atau

teman kalian diharapkan tidak terpengaruh dengan perundungan tersebut dan guru dapat membesarkan hati peserta didik.


d. Bagaimana kita menghentikan cyberbullying tanpa menghindari akses ke internet?

Jawaban menurut UNICEF: Menggunakan internet memiliki banyak manfaat. Namun, internet juga memiliki banyak risiko ketika menggunakannya, termasuk cyberbullying. Jika kita menjadi korban cyberbullying, bisa saja kita menghapus aplikasi tertentu dan tidak menggunakan aplikasi tersebut untuk beberapa saat. Namun, tidak menggunakan internet untuk jangka panjang bukanlah solusi yang tepat. Korban cyberbullying tidak melakukan hal yang salah. Jadi, mengapa harus dirugikan? Bahkan, mungkin hal ini bisa ditangkap oleh perundung bahwa perilakunya bisa diterima. Kita semua menginginkan cyberbullying dihentikan. Maka, pelaporan cyberbullying sangat penting. Kita perlu bijaksana tentang apa yang akan kita bagikan atau sampaikan. Tulisan yang kita bagikan mungkin bisa menyakiti orang lain. Kita perlu bersikap baik satu sama lain secara online dan dalam kehidupan nyata.

 

e. Bagaimana cara mencegah informasi pribadi agar tidak digunakan untuk memanipulasi atau mempermalukan kita di media sosial?

Jawaban menurut UNICEF: Kita harus berhati-hati sebelum mem-posting atau berbagi apa pun secara online di internet. Kita harus berpikir apakah sesuatu yang kita bagi akan merugikan atau menyakiti orang lain. Jangan memberikan informasi pribadi kita secara rinci (informasi privat) seperti alamat, nomor telepon, atau nama sekolah. Kita harus mempelajari tentang pengaturan privasi aplikasi media sosial, seperti berikut :

  1. Kita dapat memutuskan siapa yang dapat melihat profil, mengirim pesan langsung, atau mengomentari posting-an kita.
  2. Kita dapat memilih agar komentar dari orang-orang tertentu hanya ditampilkan kepada mereka tanpa memblokir mereka sepenuhnya.
  3. Kita dapat menyembunyikan posting-an dari orang-orang tertentu.
  4. Di sebagian besar aplikasi media sosial, orang tidak diberi tahu saat kita memblokir, membatasi, atau melaporkan mereka.




Comments

Popular posts from this blog

Soal Essay Informatika Kelas 8 Analisis Data

Ringkasan Bab 1 Kelas 8 - Informatika dan Pembelajarannya

Alasan saya memilih SMP Labschool Jakarta - Kalilla Divitri 7A -